Peta-peta wilayah dukungan dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 sudah mulai terdeteksi. Jika Pilgub Jatim 2018 hanya diikuti dua pasangan calon, yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, maka pertarungan kontestasi Pilgub Jatim bakal sengit. Apalagi, parpol pendukung dua pasangan itu kerap berseberangan di kancah perpolitikan nasional. Seperti PDIP yang mengusung Gus Ipul-Anas dan Partai Demokrat yang mendukung Khofifah-Emil. Siapa yang bakal unggul? Berikut ini prediksinya.
------------
Laporan : Riko Abdiono – Editor: Ali Mahfud
-----------

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo mengatakan bahwa wilayah Jatim bisa dibagi menjadi lima kawasan yaitu Arek, Madura, Mataraman, Pandalungan (Tapal Kuda) dan Pantura. Hasil dari survei yang dilakukan SSC, peta dukungan Gus Ipul-Anas terlihat mendominasi di wilayah Arek dan Pantura. Arek itu meliputi Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Sedangkan kawasan Pantura meliputi Gresik, Lamongan, Tuban. Kawasan ini lebih dominan kultur masyarakat yang perkotaan, karena Kota Surabaya dan Malang cukup mendominasi dari segi jumlah penduduk.

"Di wilayah Arek, pasangan Gus Ipul-Anas mendapat dukungan sebesar 43,5 persen dan Khofifah-Emil mendapat 31,2 persen. Kemudian di wilayah Pantura, Gus Ipul-Anas mendapat 39,2 persen dan Khofifah-Emil mendapat 32,5 persen," terang Mochtar saat dikonfirmasi Jumat (15/12) kemarin.

Sebaliknya peta dukungan Khofifah-Emil terlihat mendominasi di wilayah Madura dan Mataraman yang mayoritas kultur pedesaan. Pasangan Khofifah-Emil di wilayah Madura mendapat dukungan sebesar 35 persen, sedangkan Gus Ipul-Anas hanya mendapat 31,3 persen. Kemudian di wilayah Mataraman, Khofifah-Emil mendapat 38 persen dan Gus Ipul-Anas hanya mendapat 31,6 persen. "Khusus di wilayah Pandalungan kedua pasangan berimbang yakni sama-sama mendapat dukungan 33 persen," ungkap dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Menurut Mochtar, pasangan Gus Ipul-Anas harus kerja keras untuk bisa memenangkan Pilgub Jatim mendatang, Sebab, wilayah Pandalungan (Tapal Kuda) boleh dibilang merupakan kandang suara pasangan yang diusung koalisi PKB-PDIP karena merupakan putra daerah asal Pasuruan dan Banyuwangi justru perolehan dukungannya berimbang dengan Khofifah-Emil.

Begitu juga di wilayah Mataraman yang notabene kantong suara PDIP, justru pasangan Gus Ipul-Anas kalah dengan pasangan Khofifah-Emil. "Kekalahan dukungan di wilayah Mataraman masih bisa dimaklumi karena disitu ada Emil yang merupakan Bupati Trenggalek. Tapi kekalahan di wilayah Pandalungan harus menjadi perhatian sebab disitu merupakan kantong suara PKB," jelas Mochtar.

Di jelaskan Mochtar, pada Pilgub Jatim 2014 lalu, wilayah Pandalungan memang menjadi basis suara Khofifah yang saat itu diusung PKB secara all out. Terbukti walaupun di Pilgub Jatim 2018 nanti ketum PP Muslimat NU tak lagi didukung PKB namun suaranya masih kuat di wilayah Pandalungan. "Kalau pasangan Gus Ipul-Anas mau menang di wilayah Pandalungan maka pasangan calon dan partai pengusungnya perlu bekerja lebih keras lagi dan itu tidak mudah," dalih akademisi asli Jogjakarta ini.

Kekuatan Berdasar Dapil
Selain memetakan dukungan berdasarkan kawasan atau wilayah, lanjut Mochtar, SSC juga membuat peta dukungan berdasarkan daerah pemilihan (Dapil). Pasangan Gus Ipul-Anas unggul di 6 Dapil yaitu Dapil 2 (Sidoarjo), Dapil 4 (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo), Dapil 6 (Malang Raya), Dapil 10 (Mojokerto, Jombang), Dapil 11 (Nganjuk, Madiun) dan Dapil 13 (Lamongan, Gresik).

Sementara pasangan Khofifah-Emil unggul di 5 Dapil, yaitu Dapil V (Jember, Lumajang), Dapil 7 (Tulungagung, Blitar), Dapil 9 (Pacitan, Trenggalek), Dapil 12 (Bojonegoro, Tuban), dan Dapil 14 (Madura). "Dapil 1 (Surabaya), Dapil 3 (Pasuruan, Probolinggo), Dapil 8 (Kediri) relatif berimbang antara Gus Ipul-Anas dan Khofifah-Emil," tambah Mochtar W Oetomo.

Data-data tersebut diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh SSC di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen.

Strategi Emil Dardak
Sementara itu, Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mengaku bersyukur elektabilitas bersama Khofifah Indar Parawansa dari hasil survei SSC hanya terpaut tiga persen dari pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas. Emil menganggap itu adalah penyemangat untuk selalu bekerja keras menyapa arus bawah.

"Jadi naik pesat ya, Alhamdulillah kalau gitu. Tapi kita tidak boleh langsung merasa tinggi hati. Semua itu adalah penyemangat," jawab Emil sambil lempar senyum saat ditemui di Gedung Grahadi Jumat (15/12/2017) usai acara penyerahan DIPA bersama gubernur Jatim Soekarwo.

Sekadar diketahui, hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) menyebutkan pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas hanya unggul 3 persen atas Khofifah-Emil Dardak. Gus Ipul-Anas memperoleh suara sebanyak 36.2 persen dari total responden. Sementara Khofifah-Emil mengantongi pilihan dari 33.9 persen responden

Suami artis Arumi Bachsin itu bersyukur bisa terpilih mendampingi Khofifah sebagai Cawagub. Naiknya elektabilitas tersebut membuktikan bahwa cita-cita Khofifah menjadi gubernur Jatim diapresiasi masyarakat. "(survei naik) berarti apa yang diikhtiarkan ibu Khofifah mendapat respons dari masyarakat," tambahnya.

Meski demikian, Emil tidak akan bangga dulu. Pasalnya, pertempuran untuk merebut suara agar keluar sebagai pemenang di Pilgub Jatim 2018 masih panjang. "Mudah mudahan langkah ibu (Khofifah) mendapat ridlo dari Allah. Ini baru mulai, semua harus optimis tetapi tidak boleh mendahului," ucapnya.

Ia meyakini, masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dalam menentukan pilihan. “Masyarakat akan aktif mencari dan mengenali calonnya. Saya berharap, masyarakat bisa mengenali saya dari pengalaman-pengalaman saya baik di tingkat pemerintah pusat maupun di Trenggalek,” harap mantan konsultan Bank Dunia lulusan Tokyo ini.

Saat ini, lanjut Emil, dirinya sedang menyiapkan sejumlah strategi dan visi misi untuk modal kampanye di Pilgub Jatim 2018. Untuk urusan ini, Khofifah-Emil melibatkan elemen mulai dari tokoh partai, pakar, tokoh masyarakat, anak muda, orang tua, laki-laki, dan banyak perempuan sebagai cerminan pembedayaan potensi gender. “Kita punya tim yang luar biasa, sedang menggodok strategi-strategi yang out of the box. Untuk kampanye masa kini tapi tetap relevan dengan perkembangan jaman kini,” pungkasnya. rko