Pengrajin terompet membuat maca-macam bentuk terompet untuk persiapan tahun baru 2018. (lpt)

SURABAYAPAGI.COM, Cirebon – Tahun baru yang tinggal menghitung hari tentu butuh banyak persiapan yang dilakukan. Salah satu yang tidak dapat terlewatkan dari momen tahun baru adalah terompet.

Banyaknya permintaan terompet pada tahun baru membuat sejumlah perajin di kampung terompet Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon tengah sibuk membuat berbagai macam model terompet.

"Pesanan sejak bulan November jadi kita mulai buat terompet tiga bulan sebelumnya," kata salah seorang perajin terompet Cirebon, Sunarma, Senin, 18 Desember 2017.

Beberapa terompet Tahun Baru pun dibuat dengam beragam karakter. Ada terompet berkarakter satwa, seperti terompet capung, kuda, ayam ketawa, kupu-kupu, lebah, naga, dan bebek. Untuk karakter terompet bernuansa seni, perajin membuat terompet tokoh wayang cepot dan burak, serta barongsai.

Selain dua karakter tersebut, perajin juga membuat terompet yang terinspirasi dari makanan tradisional, yakni terompet boneka gembira.

Sunarma menjelaskan, terompet boneka gembira tersebut terinspirasi dari makanan khas yakni onol-onol. Makanan tersebut terbuat dari tepung terigu, dicampur gula merah dan taburan kelapa.

"Sejenis kue klepon jadi terompet," dia menjelaskan.

Desa Jamblang sebagai desa yang memproduksi terompet ini sudah dikenal puluhan tahun. Di kalangan industri mainan dan kerajinan, terompet Desa Jamblang adalah salah satu yang banyak diminati.

Terompet yang dibuat juga tak hanya dijual di Cirebon atau Jawa Barat, tetapi para perajin juga sering mengirim hasil karyanya ke luar Pulau Jawa, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Terompet yang dijual Rp 120 ribu per kodi tersebut juga sudah punya pelanggan tetap.

"Kadang kalau tidak kebagian pesanan, penjualnya langsung datang ke desa kami belanja banyak," kata pemilik usaha kerajinan terompet Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon, Widi.

Menurut Widi, karakter terompet yang dijualnya tersebut sangat kekinian. Sebagian besar, pembeli terompet adalah anak-anak. Oleh karena itu, karakter satwa yang ditonjolkan karena banyak disukai anak-anak.

Namun demikian, Widi mengatakan, tiap tahun selalu ada model terompet baru yang dibuat. "Ada yang baru, tapi sebagian besar binatang semua," dia menandaskan. lx/lpt