Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin saat melakukan interogasi terhadap tersangka guru yang mencabuli anak didik nya. (SP/NT)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan perilaku oknum guru cabul. Dimana, seorang guru sebuah Sekolah Dasar Islam di Surabaya, Jawa Timur, ditahan aparat Kepolisian atas sangkaan pencabulan terhadap muridnya sendiri. Tak tanggung tanggung dimana jumlah korban tersangka berinisial MSH (29 tahun) itu terungkap 65 orang, semuanya siswa kelas IV tersangka mengajar.

"Ini (tersangka MSH) wali kelas anak SD, korbannya seabrek-abrek, yang mengadu korbannya kurang lebih 65 orang," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol.Machdud Arifin, di Markas Polda Jatim, Surabaya, Kamis, (22/2/2018).

Semua korban yang mengadu, lanjut Machfud, adalah bocah laki-laki kelas IV SD tersangka mengajar. Korban dicabuli di beberapa tempat, seperti kolam renang, di dalam bus, bahkan pernah di dalam kelas. "Karena korbannya banyak dan masih anak-anak, sudah pasti diterapkan pemberatan hukuman," ujarnya.

Petugas Unit Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim mengusut setelah menerima laporan dari para orang tua korban. "Wali murid kumpul-kumpul, lalu (korban) mengadu dan dilakukan pemeriksaan. Sudah ada beberapa orang tua dan korban yang dimintai keterangan," kata Machfud.

MSH membantah jumlah korban yang ia diduga cabuli berjumlah 65 orang. Ia hanya menyebut empat anak saja. Pria berkulit kuning itu mengaku tidak mengiming-imingi korban dengan apapun saat beraksi. Dia bahkan membantah melakukan pencabulan.

"Enggak diapa-apain, cuma disuruh duduk di depan saja. Itu sebetulnya enggak banyak, cuma karena ada laporan yang lain dianggapnya banyak," ucap MSH terbata-bata.nt