Pelatih Cabor Dayung Rowling, Bambang. (SP/LUXINOVIASARI)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjadi pelatih bukan suatu hal yang mudah. Pelatih harus mampu menjadikan atlet-atletnya menyabet gelar juara.

Oleh karena itu, seorang pelatih merupakan orang pilihan. Seseorang yang dulunya (ketika menjadi atlet, red) kerap menjadi juara. Raihan prestasi itu diperlukan agar prestasi yang dulu pernah diraih tersebut bisa ditularkan ke atlet-atletnya.

Salah satunya Bambang yang merupakan pelatih cabang olahraga dayung rowling. Pria yang lahir pada 1 April 1978 ini mempunyai segudang prestasi saat menjadi atlet.

Ia menceritakan awal kecintaannya terhadap olahraga dayung bermula ketika ia masuk ke sekolah dayung di Sulawesi.

"Saya mengikuti sekolah PPLP, ya sekolah atlet pada tahun 1992. Saya mengikuti dayung sejak umur 13 tahun," ujar pria yang sudah memiliki anak satu ini.

Selama menjadi atlet telah banyak perlombaan yang ia ikuti mulai dari tingkat daerah, nasional hingga asia. Dalam perlombaan itu, ia memperoleh hasil yang membanggakan berupa perolehan emas.

"Perlombaan pertama itu perlombaan junior tahun 1993, pertama itu langsung dapat emas. Terus tahun 1994 saya turun kejuaraan senior saya dapat emas. Pelatnas pra olimpic tahun 1995," tambahnya.

Bambang, tidak hanya menjadi juara dalam negeri, namun prestasi yang membanggakan itu juga kerap ia dapatkan pada perlombaan tinggat asia.

"Kejuaraan di tingkat Asia Tenggara saya mendapat 3 mendali emas. Pelatnas Seagames tahun 1996, 1997 lombanya mendapat emas," ujarnya.

Dari tahun 1993 hingga 1997 Bambang menjadi atlet yang mewakili Sulawesi Tenggara. Barulah setelah itu, ia hijrah ke Jawa Timur dan menjadi atlet yang mewakili Jawa Timur. Tepatnya pada tahun 2000.

"Saya mewakili Jawa Timur ini mulai tahun 2000," ujarnya.

Di Jawa Timur permainan Bambang semakin berkembang. Hal itu membuatnya semakin banyak mendapatkan mendali emas dikejuaraan-kejuaraan yang ia ikuti.

"Pra PON saya dapat 2 mendali emas. PON 2000 saya mendapat 1 perak, 1 perunggu, 1 emas. Setelah PON ikut Kejurnas saya mendapat emas," terangnya.

Pada pertandingan Kejurnas serta pra PON setelah tahun itu, ia tidak pernah absen mendapatkan emas, hingga terakhir di PON 2008 ia pun kembali mendapatkan emas.

"Terakhir di PON 2008 saya mendapat emas," pungkasnya.lx