Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sedang berunjuk rasa dideapan kantor DPRD Malang

SURABAYAPAGI.com, Malang - "DPR tidak mau dikritik, hanya ada satu kata, Lawan!" teriak salah satu aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Rabu (7/3/2018) siang saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen.

Longmarch sejauh 3 kilometer dari halaman Kantor Pos Kepanjen, Puluhan aktivis PMII Kabupaten Malang, menolak RUU MD3 yang dianggap, DPR seperti lembaga superbodi yang anti kritik.

Dikawal ratusan aparat Kepolisian Resor Malang, puluhan pendemo masuk kehalaman DPRD setempat. mahasiswa PMII dari Kampus Unira, STIT Al Qolam itu, berorasi dan mendesak DPRD Kabupaten Malang, menolak RUU MD3 yang dianggap penuh kepalsuan.

Ketua Umum PMII Kabupaten Malang, Misbahul Amin, mengatakan, RUU MD3 rawan mengkriminalisasi masyarakat luas yang dengan tegas, mengkritisi kebijakan di parlemen. "Kami tegas menolak RUU MD3. DPR sama artinya dengan tidak mau dikritik," kata Misbahul, Rabu (7/3/2018) siang.

Dalam pasal RUU MD3, membawa demokrasi di Indonesia seolah mundur. "Ini kemunduran demokrasi di Indonesia. Bahwa DPR mempunyai hak memanggil paksa perseorangan atau lembaga. DPR anti kritik, hanya satu kata Lawan," tegasnya.

Hingga berita ini diunggah, orasi pengunjuk rasa masih berlangsung. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra Unggul Nugroho, menemui pendemo. (bj/04)