Ilustrasi.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam dunia olahraga, pelatih mempunyai posisi penting. Selain bertugas melatih atlet, pelatih juga harus mempunyai ikatan emosional dengan atlet.

Seperti ketika seorang atlet terlihat malas untuk latihan, pelatih harus peka dengan kondisi itu agar bisa memberikan motivasi kepada atlet tersebut.

"Kadang (atlet, red) ada yang semangat ada yang tidak (saat latihan, red). Ya itu tugas kita sebagai pelatih untuk menanyakan permasalahannya agar bangkit lagi," ujar salah seorang pelatih atlet Puslatda Jatim.

Hal seperti itulah yang membuat seorang pelatih harus siap dengan berbagai kondisi. Ia menjelaskan kondisi tersulit saat melatih itu, ketika kondisi ekonomi atlet sedang terpuruk. Karena ini akan mempengaruhi gizi serta kondisi mental atlet.

"Saat kondisi keuangan anak-anak (atlet Puslatda, red) lagi seret, itu yang paling sulit. Jelas itu mempengaruhi performa, kalau kondisi gizinya gag ada," jelasnya.

Dalam menjalankan tugasnya, pelatih kerap dibantu oleh bidang-bidang lain, seperti tim psikologi, tim gizi dll.

"Biasanya tim psikologi kesini (mess atlet, red) untuk melihat kondisi atlet," tuturnya.lx