Presiden Joko Widodo didampingi Bupati Lamongan H Fadeli dan wabup saat diwawancarai oleh wartawan usai pembangian sertifikat di Lamongan. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Sebanyak 5.750 sertifikat dibagikan ke masyarakat dari 5 Kabupaten, oleh Presiden Joko Widodo, saat berkunjung di Lamongan Kamis (8/3).

Kunjungan kenegaraan ini dipusatkan di Alun-alun Lamongan, setelah sebelumnya orang nomor satu ini juga mengunjungi Kabupaten Gresik membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di GOR Tri Darma Gresik.

Di Lamongan presiden didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo, saat keluar dari mobil dinasnya, disambut bupati Lamongan H Fadeli berserta istri, setelah itu dilanjut dengan melihat hasil pertanian Lamongan Jagung, karena Lamongan menjadi salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Timur, dan hasil UMKM.

Joko Widodo dalam sambutanya menyebutkan, tahun 2018 ini harus terbit 7 juta sertifikat di seluruh Indonesia. "Saya tidak mau tau cara kerja BPN atau Agraria, yang terpenting setahun ini bisa terbit 7 juta, kalau sebelum-sebelumnya setahun hanya terbit 500 ribu pertahun, "terangnya.

Disebutkan olehnya, ia menargetkan pada tahun 2025 bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat, agar masyarakat hidupnya lebih tenang tidak sampai ada sengketa tanah dengan sesama warga, keluarga, pemerintah dan sesama saudara.

"Kalau rakyat sudah pegang sertifikat seperti ini, maka tidak ada lagi yang mengklaim tanahnya atau tidak, karena sertifikat ini sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,"ungkapnya.

Diakhir sambutanya Jokowi berpesan kepada masyarakat, agar sertifikat yang sudah diterima itu dijaga, diberi plastik agar kalau hujan dan rumahnya bocor sertifikat itu aman. Kedua tolong sertifikat ini untuk difoto copy, kalau sewaktu-waktu hilang, foto copy nya masih ada, dan foto copy nya itu bisa untuk mengurus lagi ke BPN.

Ketiga tambah Jokowi, ia juga berpesan kalau sudah punya sertifikat kalau mau diangunakan ke bank silahkan, tapi harus dihitung dengan cara hati-hati, mampukah untuk mengangsur setiap bulannya, dan yang terpenting lagi sepanjang itu untuk usaha, bukan untuk gagah-gagahan untuk membeli mobil dan lain sebagaianya. "Hutang di bank 300 juta, harus untuk modal usaha, bukan untuk membeli mobil 150 juta, kalau membeli mobil dan motor harus dari keuntungan bukan dari hutang bank, "katanya.

Dikesempatan itu juga, Jokowi berpesan kepada masyarakat agar selalu menjaga dan menghormati perbedaan. Apalagi di Indonesia ini ada 17 ribu pulau, negara beragam berbeda-beda 714 suku yang berbeda-beda. "Berbedaan seperti ini jangan memecah belah, tapi adalah kekuatan yang besar harus kita tunjukan. 1100 bahasa daerah, anugrah Allah yang diberikan kepada kita,"ajaknya sambil menegaskan kalau jumlah penduduk Indonesia sekarang sudah tembus 268 juta, nomor 4 terbesar di dunia.

Sementara itu, Menteri Agraria Sofyan Djalil dalam laporanya menyebutkan, pembangian sertifikat kali ini sebanyak 5.750 sertifikat tanah dari 5 kabupaten di Jatim, meliputi kabupaten itu yakni Lamongan, Bojonegoro dan Gresik masing - masing 1.500 serifikat. Sedangkan 750 sertifikat untuk Tuban dan dan 500 sertifikat untuk Sidoarjo.

Khusus Lamongan, sebanyak 1.500 sertifikat tersebut untuk 8 desa pada 2 kecamatan, yakni Kecamatan Sarirejo dan Kecamatan Mantup. Sedangkan 8 desa itu yakni desa Dermolemahbang, Beru dan Simbatan masuk wilayah Kecamatan Sarirejo, sedangkan desa Sukobendu, Mojosari, Sumberagung, Tuguh dan Tunggungjagir masuk Kecamatan Mantup

Di Jawa Timur lanjutnya, tahun ini yang dibagikan sebanyak 660 ribu, dan tahun 2023 mendatang di Jatim akan ditarget terbit sebanyak 1,5 juta bidang sudah bersertifikat.jir