Presiden Joko Widodo saat ditemani bupati Fadeli dan Wabup usai memberikan sertifikat ke masyarakat. (SP /MUHAJIRIN KASRUN)

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Produktifitas jagung di Lamongan yang menembus 10,6 ton, adalah lompatan prestasi yang luar biasa, padahal di tempat lain perhektarnya hanya mampu 6-7 ton.

Keberhasilan Lamongan dalam meningkatkan produktifitas jagung selama ini, dipuji oleh presiden Joko Widodo saat datang ke Lamongan, Kamis (8/3/2018) di Alun-alun setempat.

Dihadapan ribuan masyarakat penerima sertifikat tanah itu, Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Lamongan H Fadeli dalam upaya mendorong petani dalam bercocok tanam secara modern, sehingga menghasilkan capaian diatas rata-rata hasil normalnya.

"Yang sudah dilakukan Pak Bupati (Lamongan) bagus sekali. Rata-rata produktivitas jagung di Lamongan bisa mencapai 10,6 ton perhektare. Padahal di tempat lain hanya antara 6 hingga 7 ton perhektare saja," katanya menambahkan.

Pujian serupa sebelumnya disampaikan Soekarwo yang menyebut Fadeli sebagai Bupati Jagung. Dia mengapresiasi Bupati Lamongan yang mampu menaikkan rata-rata produktivitas dari sebelumnya 6.5 ton perhektare menjadi 8,9 ton perhektare.

Bahkan di kawasan percontohan rata-rata produktivitasnya mencapai dari 10,6 ton perhektare. "Bupati Lamongan ini bupati jagung, karena bisa meningkatkan produktifitas jagung, setelah sebelumnya belajar di Amerika," terang Soekarwo.

Penerapan petani modern lanjut Soekarwo, menjadi salah satu kunci keberhasilan Lamongan dalam meningkatkan produktivitas jagung. "Pertanian modern yang diterapkan oleh Lamongan, menjadi hal yang penting sehingga capaian produktifitas jagung bisa meningkat seperti ini," pungkasnya. jir