SURABAYA PAGI, Surabaya - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, menegaskan dan memerintahkan bahwa kemenangan Khofifah Emil adalah harga mati bagi Golkar Jatim. Bahkan Ketum Golkar ini menegaskan akan mengevaluasi kader dan fungsionaris Partai Golkar jika mereka gagal memenangkan Khofifah Emil.

"Seluruh kader dan fungsionaris Partai Golkar harus menciptakan prestasi. Dan Prestasi itu adalah kemenangan bagi Khofifah Emil. Saya akan lakukan evaluasi bagi pengurus partai. Dan Juni jadi evaluasi pertama untuk fungsionaris yg akan maju di 2019. dapil dapil mana saja yg menang. Saya akan minta laporan dari Plt Ketua," kata Airlangga , pada rakor pemilukada di Kantor DPD Golkar Jatim, Kamis (8/3/2108).

Airlangga langsung menanyakan kesanggupan para ketua ketua DPD Golkar untuk menangkan Khofifah Emil. "Apakah Anda sanggup memenangkan khofifah Emil ? "tanya pria yang juga Menteri Perindustrian kabinet Jokowi ini.

Spontan seluruh ketua DPD menjawab kesanggupannya atas tantangan Ketum nya. Airlangga menambahkan saat ini kekuatan mesin partai Golkar untuk menangkan Khofifah Emil sudah mencapai 100 %."Kemarin memang mesin partai bergerak masih 48%. Namun setelah Hasta Karya dan elemen Golkar menyatakan ikrar dukungan yang tadi dibacakan oleh Yusuf Husni, kini sekarang jadi 100%," tegasnya.

Dalam arahannya Airlangga juga meminta sayap Golkar yang mewadahi anak anak muda Golkar berkantor di posko pemenangan Kofifah Emil, merencanakan turun kemana mendampingi Khofifah.

"Saya gak mau Bu Khofifah jalan sendiri , tanpa ada kader Golkar yg mendampingi," ucapnya.

Bagi Golkar kata Airlangga, Khofifah sudah bekerja bersama Jokowi, dengan baik dan sukses menurunkan angka kemiskinan. Apalagi tambahnya Khofifah sdh melancarkan jalan Idrus Marham menjadi Mensos. "Sekarang waktunya Golkar melapangkan jalan Bu Khofifah menjadi gubernur Jatim," tegas Airlangga disambut tepuk gemuruh peserta rakor.

Sementara itu Khofifah menyampaikan ucapan terimakasih nya atas kesungguhan Golkar mendukung dan memenangkan dirinya nanti pada Pilgub 2018. rko