Petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan saat kebakaran melanda sebuah SPBU di SIER Industri, Brebek, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/3). Kebakaran diduga diakibatkan percikan api dari dispenser solar mesin pengisian BBM, dan memakan satu korba

SURABAYA PAGI, Sidoarjo – Kebakaran disertai ledakan keras yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kompleks industri SIER, kawasan Berbek, Sidoarjo, Kamis (8/3/2018), mengakibatkan empat orang luka berat dan satu orang tewas. Warga yang berada di lokasi kejadian pun kaget dan terhenyak. Apalagi ledakan yang terjadi hingga terdengar lima kali. Api cepat membesar lantaran menyambar bahan bakar minyak (BBM). Dugaan kuat kebakaran terjadi akibat tabung gas di atas truk yang melakukan pengisian bahan bakar bocor. Truk dengan nopol S 9633 UN itu memuat puluhan tabung gas CNG milik PT. Zebra.

-------------

Kejadiannya itu sekitar pukul 07.45 WIB. Lokasinya kebakaran SPBU ini merupakan perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Satu korban tewas diketahui kernet truk yang sedang mengisi BBM di SPBU, yang berada di sebelah exit tol Berbek (Tol Waru-Juanda). Setelah polisi melakukan identifikasi, korban tewas di lokasi kejadian itu bernama Kusno (35) asal Magetan.

Kusno merupakan kenek truk yang mangangkut galon air mineral dengan nopol L 9757 NJ. Saat itu, posisi truk berada di belakang mobil truk pengangkut gas yang terbakar dan hangus didekat pompa dispenser nomor lima.

Saat kejadian, truk yang ditumpanginya berada tepat di belakang truk pengangkut tabung gas dengan nopol S 9633 UN yang saat itu sedang mengisi solar. Truk tersebut memuat 60 tabung gas CNG milik PT. Zebra.

Kusno saat itu sedang menunggu antrean isi solar di mobilnya. Lalu, dia turun dan berniat hendak menyerahkan kupon BBM ke petugas jaga SPBU. Kusno yang berada di dekat dispenser nomor 5 meninggal di TKP dengan kondisi tubuh terbakar 100 persen. "Satu meninggal dunia dan empat mengalami luka-luka," kata Kapolsek Waru Kompol H. M Fathoni.

Selain satu korban tewas, tiga orang lain mengalami luka bakar. Yakni, Arifin (46), warga Singosari Malang, Nasrul Komarudin (37) warga Tambak Sumur, dan Budianto (46), warga Sukolilo, Surabaya. Arifin dan Nasrul mengalami luka bakar serius.

Arifin merupakan sopir truk nopol S 9633 UN. Sedang Nasrul, petugas SPBU yang juga ikut tersambar api yang membumbung tinggi tersebut mengalami luka bakar serius. Sementara itu, Budianto sopir truk yang memuat galon air mineral hanya mengalami luka ringan. Dan, satu korban lagi bernama Solikah. Dia adalah petugas SPBU namun tidak mengalami luka serius.

"Solikah hanya mengalami luka ringan dan syok. Seluruh korban tengah dirawat di Rumah Sakit Royal Surabaya. Bahkan ada korban yang sudah diperbolehkan pulang," sebut Fathoni.

Ledakan Keras

Selain mengakibatkan korban luka dan tewas, ledakan di SPBU Kelurahan Berbek itu juga mengakibatkan mobil pengangkut air dan LPG terbakar. "Sempat terjadi sekitar 5 kali ledakan," kata Arifin, saksi mata.

Untuk memadamkan api, setidaknya 11 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Tujuh unit mobil pemadam dari Pemkot Surabaya, dan empat unit lainnya dari Pemkab Sidoarjo.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Candra Maria Oratmangun mengatakan, dari 7 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan, di antaranya berisi liquid foam. "Lokasi kebakaran ini khusus, karena itu kita terjunkan mobil khusus yang mengeluarkan liquid foam," jelasnya. Pemadaman dan pembasahan lokasi kebakaran, kata dia, berlangsung cepat karena pihaknya memiliki posko yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Dugaan kuat penyebab kebakaran di SPBU itu karena tabung gas di atas truk yang melakukan pengisian bahan bakar, bocor. Saat pengisian bakar bakar, bocornya gas dari tabung tersebut tersambar dan memunculkan api. Begitu api membara, seorang kernet truk yang keluar untuk memberitahukan pengisian SPBU, ikut terbakar dan meninggal di lokasi.

Tak hanya itu, truk yang bermuatan gas itu juga hangus terbakar di samping bok dispenser SPBU. Ada dua kendaraan lain ikut ludes terbakar.

Tangan Melepuh

Samuel, saksi mata lainnya menceritakan detik-detik sebelum kebakaran. Saat itu, ia melakukan perjalanan dari Nginden ke Betro Juanda. Lantaran ingin ke toilet, Samuel memutuskan berhenti di kamar mandi SPBU Berbek Industri dan memarkirkan mobil 15-20 meter dari titik ledakan.

Lantaran tidak memiliki uang kecil untuk kotak sumbangan toilet, Samuel akhirnya menukarkan uang ke petugas SPBU. Beberapa detik kemudian, ledakan pertama terjadi. "Sekitar 15 detik setelah saya balik tukar uang, langsung terjadi ledakan super dahsyat," cerita dia.

Melihat kondisi kaca-kaca toilet pecah karena ledakan, ia beserta keluarga panik dan langsung masuk mobil untuk menghidari kebakaran. "Saya belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu. Rasanya api ada di atas kepala. Padahal posisi saya berjarak 20-an meter dari tempat kejadian," ujarnya.

Ia menambahkan, ada 2 mobil antrean sebelum kejadian. Namun saat ledakan terjadi tersisa satu truk L300 bercat putih yang berada di titik kejadian."Bukan kebakaran kecil yang lalu membesar, tapi langsung meledak dengan api besar. Apinya seperti disemprot. Begitu saya lari ke arah timur, apinya seperti menjilat mobil kita," tambah Samuel.

Selang beberapa detik dari ledakan pertama, menyusul ledakan kedua yang tidak kalah besar. Berdasarkan keteranganya, dari tiga pompa yang ada di SPBU, pompa yang paling ujung lah menjadi sumber ledakan. Saksi juga mengaku, ledakan tersebut hampir melahap mobilnya dan membuat tangannya melepuh.

"Dalam hitungan detik mobil saya panas. Tangan saya melepuh habis pegang dashboard mobil," ungkap Samuel.

Sumber ledakan

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, tiga unit kendaraan yang mengalami kebakaran itu masing-masing dua unit truk dan satu unit minibus. "Dari laporan awal kebakaran berlangsung, saat itu sedang berlangsung proses pengisian BBM. Jadi pada saat proses pengisian kendaraan yang membawa tabung gas kemudian terlihat ada percikan api," katanya.

Dia menambahkan, percikan api itu cepat menyambar dispenser nomor lima tempat pengisian tersebut berlangsung. "Dispenser paling timur yang terbakar, yang jelas, kami akan menyelidiki kejadian ini," sebutnya.

Hal sama diungkapkan Teguh Rudi Siswanto, Corporate Secretary PT SIER. Dijelaskannya, sekitar pukul 07.58 WIB, telah terjadi ledakan dan kebakaran di SPBU 54.612-62 dispenser 5, wilayah Berbek Sidoarjo yang masuk Kawasan Industri SIER.

"Kebakaran diawali oleh ledakan diakibatkan oleh mobil truk yang memuat tabung bahan bahar gas yang sedang mengisi BBM Solar, dengan kronologis," ujarnya.

Ia mengemukakan, kendaraan truk engkel pengangkut bahan bakar gas tabung 70 kilogram (BBG) sebanyak 20-30 tabung melakukan pengisian BBM Solar.

"Tiba-tiba terjadi ledakan dari tabung di truk tersebut sebanyak empat kali ledakan yang mengakibatkan terbakarnya truk pengangkut, terbakarnya salah satu dispenser SPBU, rusaknya atap plafon SPBU, 1 kendaraan truk pengangkut botol Aqua L. 9757 NJ terbakar bagian depan dan satu unit Avansa yang tertimpa plafon," ujarnya.

Tak Ganggu Distribusi

Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR V, Rifky Rakhman Yusuf menegaskan kejadian kebakaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umun (SPBU) Brebek, Sidoarjo, Jatim tidak mengganggu aktivitas penyaluran BBM secara umum di Jatim.

"Saat ini, kondisi di SPBU telah terkendali dan koordinasi terus kami lakukan bersama pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut," kata Rifky.

Rifky mengaku, Pertamina dan kepolisian hingga kini masih melakukan identifikasi dan menunggu hasil investigasi penyebab kebakaran tersebut."Kami prihatin dengan kejadian ini. Untuk penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi dari aparat maupun tim Pertamina, sehingga kami belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran. Sementara itu Penyaluran bahan bakar tetap berjalan normal dan kami terus mengingatkan agar seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspek Safety," katanya. n