Setiajit (baju putih di tengah), Kepala Dinas Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur (Jatim). (SP/MARATUS)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berkembangnya zaman digital industri saat ini berpengaruh pada pergesaran tenaga kerja manusia menuju teknologi dalam segi pekerjaan. Hal tersebut secara otomatis memunculkan banyak pengagguran.

Setiajit, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengatakan, banyak perusahaan yang beralih menggunakan mesin dibanding sumber daya manusia. Sehingga, menyebabkan karyawan yang dimiliki oleh perusahaan dikurangi maupun memilih di phk.

"Terdapat pabrik rokok sigar kretek yang seluruhnya sudah memakai mesin. Seluruhnya sudah beralih terhadap mesin. Tapi rasa rokok lebih enak memakai tangan dibanding mesing," ungkapnya di Dinas Transmigrasi Surabaya, Jum'at malam (09/03).

Setiajit berharap investor tetap menggunakan tenaga kerja manusia dibanding mesin. Dan, pendidikan dapat mengatasi permasalahan ini.

"Pengusaha harus tetap menggunakan kerja manusia meskipun tenaga kerja mesin sudah sering digunakan," katanya.

Menurut Setiajit, terdapat 47 persen pekerja berada pada umur 15 tahun ke atas. Dengan penyumbang tertinggi berasal dari pendidikan di bawah Sekolah Menegah Pertama. Sedangkan, pengagguran untuk tamat Sekolah Dasar berada pada 1,6 persen. Untuk pengagguran Sekolah Menengah Atas sebesar 9,9 persen dan sarjana mencapai 2,6 persen.

"Sehingga dapat dikatakan pendidikan tidak menjamin pekerjaan seseorang," ungakpnya.

Selain itu, Setiajit menggagas upaya kerjasama terhadap Dinas Penddikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kota untuk memgembangkan dan pengetahuan minat mulai dari SMP. Sehingga, ketika menuju Sekolah Menengah Atas dapat meneruskan passion dan bakat selanjutnya.tus