Agenda dilakukan selama tiga hari di empat Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur.

SURABAYA PAGI, Surabaya - Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembentukan badan adhoc Pemilu 2019. Agenda dilakukan selama tiga hari di empat Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur.

Di hari pertama, monev dilakukan di Kabupaten Kediri yang sekaligus menghadari pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat. Malam harinya, dilanjut melakukan koordinasi dengan KPU Kota Kediri untuk membahas Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK).

Memasuki hari kedua, Komisi SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro menghadiri pelantikan PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Kediri. Pada kssempatan tersebut, Ia sekaligus memberi sambutan dan pengarahan di hadapan ratusan PPK dan PPS Pemilu 2019.

Siang harinya, dilanjut melakukan monev di KPU Kabupaten Nganjuk dan sekaligus memberi arahan pada komisioner KPU Kabupaten setempat terkait badan adhoc untuk Pemilu 2019. Kamis petang hingga Jum’at, Gogot melakukan monitoring badan adhoc dan sekaligus koordinasi Pilkada serentak di KPU Kabupaten Jombang.

“Banyak masukan yang didapat dari hasil montoring di empat kabupaten/kota. Terutama yang terkait dengan pembentukan badan adhoc Pemilu 2019,” ujar Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro.

Pria yang akrab dipanggil Gogot ini menjelaskan, secara umum untuk pembentukan badan adhoc di empat kabupaten/kota tersebut tidak ada kendala, termasuk pelantikan juga berjalan sesuai dengan jadwal. PPK dan PPS Pemilu yang dilantik, juga semangat dan menyatakan diri siap untuk melaksanakan tahapan sesuai dengan aturan.

“Kalaupun ada kendala lebih pada masalah teknis yang sudah diselesaikan. Jadi semua berjalan lancar dan maksimal,” pungkasnya.ifw