Sejumlah nasabah saat mendatangi kantor cabang BRI Ngadiluwih Kabupaten Kediri

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Awas!!! Bagi para nasabah BRI kini harus lebih berhati-hati saat menarik uang di ATM BRI. Pasalnya, belakangan ini banyak nasabah yang kehilangan uang saat menarik uang di ATM. Sejauh ini ada 16 nasabah Bank BRI Cabang Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, kehilangan uangnya saat menarik uang di ATM BRI.

Seperti yang terjadi pada nasabah atas nama Elfina, asal Jalan Teratai, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dia kaget saat mengetahui, uang di ATM-nya hilang sebesar Rp 500 ribu, setelah menerima pemberitahuan SMS, pada Minggu (11/3/2018) pukul 21.00 WIB kemarin.

"Biasanya setelah transaksi keuangan, memang mendapatkan SMS dari BRI Center. Tadi malam saya dapat SMS, padahal tidak melakukan transaksi. Akhirnya saya datang ke ATM untuk melakukan pengecekan. Ternyata benar, saldo di ATM berkurang Rp 500 ribu," jelas gadis berambut lurus ini saat di Bank BRI, Senin (12/3/2018).

Berikut isi SMS pemberitahuan yang diterima oleh Elfina. :

Trx Rek.

6278010169xxxxx :

TRANSAKSI DEBET

sebesar Rp. 504,146.49

Pada Tanggal 11/03/18

Pukul 21:02:57

Elfina menjelaskan, apabila melihat pesan SMS tersebut, ada yang aneh. Menurutnya nilai nominal transaksi tidak bulat (sebesar Rp. 504,146.49). "Kalau biasanya saya transaksi keuangan jumlahnya pasti bulat. Misalnya seperti Rp 500.000,00,- tetapi melihat SMS ini bilangannya tidak bulat, rupiah dibelakang titik 49," jelas Elfina.

Elfina mengaku, sesuai penjelasan pegawai BRI Unit Ngadiluwih, uangnya yang hilang sebesar Rp 500 ribu, akan diganti setelah 40 hari. Tetapi saat ditanya penyebab masalah itu, pihak Bank BRI belum dapat memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab persoalan ini.

Hal senada dikatakan Mujiat, nasabah Bank BRI lainnya mengaku, kehilangan uang di ATM secara misterius seperti nasabah lainnya. Jumlahnya tidak sedikit, yakni mencapai Rp 10 juta.

Berbeda dengan nasabah BRI lainnya yang menerima pesan SMS dari BRI center. Dia baru mengetahui uangnya menyusut setelah melakukan transaksi keuangan. "Saldo di ATM saya sebesar Rp 50 juta. Kemudian saya hendak mengambil uang sebesar Rp 5 juta. Ternyata, sudah limit. Sehingga tidak bisa mengambil," jelas Mujiat.

Mujiat langsung melakukan pengecekan saldo uang di ATM. Ternyata, telah berkurang sebesar Rp 10 juta. Akibat persoalan tersebut dia juga langsung datang ke BRI Unit Ngadiluwih untuk mempertanyakan.

Sementara itu, Asisten Manager Operasional BRI Kediri, Sumarsono menjelaskan, permasalahan itu merupakan kesalahan sistem ATM. "Jadi untuk nasabah yang mengalami kejadian seperti itu saya tekankan tidak perlu panik. Jika ada sesuatu yang tidak cocok saat transaksi maka segera melapor ke perbankan dan nanti agar buatkan surat troble tiket atau Complain Handle Sistem (CHS). Sebab ini sistem, dan dengan surat laporan itu nanti akan diteruskan dan kita kirim ke kantor pusat," jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarsono menambahkan, selama ini pihak bank tidak bisa mengambil langkah cepat karena dalam proses masalah itu harus melampirkan bukti nasabah. "Segala buktinya kan ada di nasabah, seperti buku nasabah dan bukti transfer atau yang lainnya yang tahu nasabah. Sementara untuk masalah seperti ini sesuai ketentuan OJK maksimal proses penyelesaiannya selama 20 hari dan di BRI batasnya wajib hanya 14 hari," imbuhnya.

Menyikapi hal itu, pria yang belakangan ini banyak menerima pengaduan masalah ATM mengaku, untuk meminimalisir terjadinya masalah tersebut nasabah harus sering mengganti nomor PIN pada ATM miliknya. "Penggantian PIN salah satunya untuk mengantisipasi adanya pembajakan. Sebab banyak nasabah yang mengalami masalah itu setiap kali kita tanya jawabanya selalu belum pernah mengganti nomor PIN, bahkan PIN-nya juga selalu nomor tanggal lahir, ini yang harus mulai dirubah," tandasnya.

Sementara sejumlah nasabah yang merasa dirugikan dan sudah melakukan laporan di CHS Bank BRI, sampai saat ini oleh pihak BRI Kediri sudah bertanggung jawab salah satunya dengan mengembalikan uang milik nasabah yang hilang secara bertahap. "Dari hari jumat kemarin bahkan ada nasabah yang kehilangan hampir Rp 100 juta. Dan alhamdullilah sudah kita kembalikan. Jadi selama memang itu bukan faktor kejahatan akan kita ganti secara bertahap," tegasnya. Can