Infografis: SP/Dedo

Laporan : Riko Abdiono – Ibnu F Wibowo

SURABAYA PAGI, Surabaya – Tiga bulan jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, persaingan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dengan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur, makin ketat. Jika sebelumnya berebut dukungan suara Nahdhatul Ulama (NU) dan relawan Presiden Jokowi, kini persaingan mulai terlihat kentara di survei. Duet Gus Ipul-Puti Guntur yang semula sempat unggul di tingkat keterpilihan (elektabilitas), namun memasuki pertengahan Maret 2018 ini disalip Khofifah-Emil Dardak, pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 1. Hasil survei terbaru menunjukkan pasangan yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP ini tipis, yakni 0,5 persen. Namun banyak yang memprediksi elektabilitas Khofifah-Emil Dardak ini akan melesat menjelang detik-detik hari pencoblosan 27 Juni 2018. Menariknya, saat hasil survei tersebut dibicarakan di mana-mana, sikap Gus Ipul tampak berubah. Pria yang masih menjadi Wagub Jatim ini tampak tegang saat menghadiri kegiatan Partai Gerindra di Hotel Utami, Juanda, Senin (12/3/2018).
--------------

Gus Ipul sejak awal hadir pukul 10.10 di Hotel Utami, Juanda, hingga selesai pukul 12.00 tampak tegang, tidak banyak guyon. Hanya sesekali saja tersenyum, itupun pas diajak swafoto (selfie) oleh para petinggi Gerindra dan 1000 lebih kader Partai Hanura dari seluruh desa se Jawa Timur. Kemarin, Gerindra Jatim memang menggelar deklarasi ‘Relawan Sapu Bersih’

Begitupun saat Gus Ipul pidato. Jika biasanya Gus Ipul selalu dibumbui guyonan khas, namun kali ini tidak sama sekali. Pidato Gus Ipul tampak serius semua. Wajar jika kemudian sejumlah kader Partai Gerindra yang menunggu joke-joke lucu dari Gus Ipul, gigit jari.

“Tumben ya, Gus Ipul tidak melawak. Sekarang kok tegang, gak lucu,” celetuk salah satu kader Gerindra asal Sidoarjo yang minta namanya tidak ditulis ini.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro Subiantoro juga membenarkan Gus Ipul tampak serius dan tegang saat hadir di depan ribuan kader Partai Gerindra, kemarin. “Biasanya Gus Ipul kalau pidato mengeluarkan joke-joke atau bercanda. Tadi memang tidak. Mungkin karena di depan kader Gerindra Gus Ipul serius dan tegang sekali. Bisa juga karena di Gerindra ada macannya, jadi tidak boleh nggak serius,” kata Hendro sambil menunjuk foto Prabowo Subianto Ketua Umum Gerindra, yang dianggap Hendro adalah ‘Macan’ penyemangat kader-kader di daerah.

Hendro mengatakan, acara Relawan Sapu Bersih ini melibatkan sekitar 170.020 relawan untuk pemenangan Gus Ipul-Puti. Serta jumlah saksi sebanyak 68.511 orang yang siap menjaga seluruh TPS pilgub di 38 kabupaten/kota. “Kami serius memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur di Pilgub Jatim 2018. Kerja pertama relawan ini adalah memenangkan Gus Ipul-Puti, lalu focus kerja yang paling penting juga untuk Pak Prabowo menang Pilpres 2019. “Hari ini Pilkada hanyalah pemanasan buat kita semua, sebagai persiapan Pilpres 2019. Kita sudah siapkan penggalangan suara dengan cara canvassing yakni tatap muka langsung dengan penduduk di desa-desa,” kata Hendro yang dikenal sebagai komanda ranting-ranting Gerindra ini.

Hasil Survei
Sekadar diketahui, hasil survei Litbang Kompas yang dipaparkan Senin (12/3/2018), menempatkan Khofifah-Emil unggul tipis, dengan elektabilitas 44,5 persen. Sementara, rivalnya, pasangan Gus Ipul-Puti elektabilitasnya 44 persen. Khofifah-Emil unggul di Mataraman, Madura dan Banyuwangi. Sedangkan, Gus Ipul unggul di di wilayah Arek dan Tapal Kuda yang meliputi Surabaya hingga Jember.

Sedang survei sebelumnya yang digelar Lembaga survei independen Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) pada 23 Februari 2018, terlihat Gus Ipul-Puti masih unggul. Elektabilitas Gus Ipul-Puti mendapat suara pada kisaran 53,7 persen. Sedang Khofifah-Emil memperoleh dukungan 46,3 persen. Namun, popularitas Khofifah berada di urutan pertama sebesar 94,1 persen, disusul oleh Gus Ipul 90,9 persen, dan Emil 48,7 persen, disusul Puti yang hanya 28,5 persen.

Melihat survei itu, pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Razziqi, mengatakan tren elektabiltas Khofifah-Emil masih bisa naik lagi. Bahkan, berpotensi unggul saat coblosan 27 Juni nanti. "Bu Khofifah potensi terus naiknya sangat besar. Itu perlu dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan," ujar Fahrul, Senin (12/3/2018).
Menurut dosen Fisip Unair ini, mantan Mensos ini bisa menggejot elektabilitas dengan memaksimalkan suara dari Emil Dardak. Bupati Trenggalek nonaktif ini dinilai pasangan yang tepat untuk mendulang suara di sejumlah wilayah. "Sekarang yang perlu digenjot wakil dari pasangan calon. Celah itu bisa dimanfaatkan Emil untuk memaksimalkan elektabilitasnya," jelasnya.

Demokrat Yakin
Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak, Renville Antonio mengaku tidak kaget dengan hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan Khofifah-Emil unggul tipis dari Gus Ipul-Puti. Menurut dia, dari hasil survei lembaga lain, elektabilitas Khofifah-Emil juga sudah leading. “Beberapa lembaga survei yang masuk memang kami sudah memprediksi Khofifah-Emil unggul cukup signifikan," katanya ketika dikonfirmasi pada Senin (12/3/2018).

Dia mengatakan, banyak lembaga survei kredibel yang menyatakan kalau pasangan Khofifah-Emil unggul. Renville mengaku, timnya tetap akan menjadikan acuan, agar memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim. “Tapi kami tidak publish, karena Kami percaya dengan lembaga survei yang jelas, itu akan jadi acuan untuk mawas diri dan terus bergerak,” tambahnya.

Renville optimis, dalam dua minggu kedepan, elektabilitas Khofifah-Emil akan melesat lebih tinggi lagi. Pasalnya, beberapa ketum parpol sudah bergerak turun kebawah. Struktur tim pemenangan juga sudah bekerja all out, untuk merebut suara di grass root. “Dalam dua minggu kedepan Insya Allah akan unggul lebih besar lagi," katanya.

Tak Menang Mutlak
Terpisah, Koordinator parpol pendukung calon nomor urut satu, Khofifah Indar Parawasan-Emil Elestianto Dardak , Martono, mengakui untuk sementara persaingan dua paslon sangat ketat . Ini menjadikan kecil kemungkinannya paslon bisa menang mutlak, sesuai dengan ketentuan KPU minimal diatas 2,5 persen.

Kata Martono, pihaknya menurunkan tiga lembaga survey yang kapable dan bisa dipertanggungjawabkan. Namun belum bisa dipublish menunjukan bahwa Khofifah-Emil, sekalipun belum sangat luar biasa, tapi trendnya sangat bagus. Walaupun dua bulan terakhir antara Nopember-Desember 2017, pergerakannya tidak begitu kelihatan meski terus naik.

“Namun setelah memasuki 2018 yaitu pada Januari sampai Maret ini terjadi lonjakan yang cukup signifikan meski tidak terlalu luar biasa. Jadi trend Khofifah Emil terus naik," tegas mantan Ketua Golkar Jatim dan ketua tim pemenangan Soekarwo-Gus Ipul 2008 dan 2013 ini.

Gus Ipul Masih Berharap
Sementara itu, Gus Ipul secara khusus menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan Gerindra. Melihat semangat seluruh pengurus, kader dan relawan Gerindra ini, Gus Ipul optimis dapat memenangkan pilkada Jatim tahun ini. "Banyak yang kaget saya berpasangan dengan Mbak Puti. Awalnya berdasarkan survei, posisi kita turun. Sekarang sudah naik dan sudah unggul lagi," kata Gus Ipul.

Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini juga mengungkapkan sebuah hasil survei dimana saat ini pemilih Gerindra yang juga memilih Gus Ipul-Mbak Puti mencapai 57 persen. "Padahal survei ini tiga minggu lalu. Saya optimis mulai hari ini pemilih Gerindra akan semakin banyak lagi yang merapat," yakin Gus Ipul di depan kader-kader Partai Gerindra.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menambahkan pihaknya sudah menyiapkan pasukan relawan khusus hingga pelosok daerah untuk memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur. Gerindra, kata Sadad, tidak goyah sedikitpun ketika ada lembaga survey yang cukup kredible dari Jakarta yang menyebut bahwa Pasangan Khofifah-Emil Unggul Tipis dengan Gus Ipul Puti sebesar 0,5%.

“Survey itu kan sebelum deklarasi relawan dari Gerindra tadi, tapi mulai besok, kita akan buktikan bahwa Gus Ipul-Puti lebih unggul dari Khofifah-Emil,” tandas mantan legislator dari PKB dan PKNU ini.

Deklarasi Prabowo
Sementara itu, lepas dari Pilgub Jatim, Gerindra juga memfokuskan diri para pilpres 2019. Prasetyo Hadi, Ketua OKK DPP Partai Gerindra mengatakan, Jawa Timur menjadi salah Satu deklarator yang meminta Pak Prabowo maju di pilpres 2019. “Kader dari desa, Pengurus DPC dan DPD meminta kesediaan pak prabowo maju pilpres. Menurut kami ini proses menyuarakan dari bawah untuk Pak Prabowo,” kata Prasetyo Hadi yang hadir dalam deklarasi kemarin.

Menurutnya, ada aspirasi dan getaran dari masyarakat. Konsolidasi dan kesiapan partai terus menerus, sampai tingkat TPS dan ranting terus dilakukan. “Di partai kami tidak ada pilihan lain selain pak prabowo. Beliau sebagai negarawan dan pejuang politik, kami yakin beliau bersedia,” kata Prasetyo yang optimis bulan April 2018 nanti, Prabowo akan menjawab semua aspirasi dari daerah-daerah ini.

Anwar Sadad menambahkan, ada desakan yang sangat kuat untuk pak Prabowo maju capres. Ketua-ketua DPC akan menyampaikan surat resmi ke dpd Gerindra Jatim. “Aspirasi itu langsung pos kilat. Karena ada mas Prast dari OKK. DPC mendeklarasikan, siap memperjuangkan dan memenangkan Pak Prabowo,” tegas Sadad.