Kawasan Tanjakan Emen, di Kabupaten Subang, Jawa Barat

SURABAYAPAGI.com - Banyak sudah nyawa melayang dan orang-orang terluka dalam serangkaian kecelakaan lalu lintas di jalur maut Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Yang terbaru yakni kecelakaan bus pariwisata yang menewaskan 25 penumpang pada 10 Februari 2018 dan kecelakaan minibus yang melukai 16 orang pada 12 Maret 2018.

Anehnya, kedua kecelakaan ini terjadi di lokasi yang sama, yakni ruas jalan sekitar wilayah Desa Cicenang, Kecamatan Ciater.

Menurut Menteri Perhubungan, Budi karya Sumadi, pihaknya dan pemerintah daerah setempat sudah melakukan evaluasi agar tak terjadi kecelakaan di Tanjakan Emen. Salah satu cara yang direncanakan ialah mengubah medan di Tanjakan Emen, agar tidak tajam lagi.

Diketahui, selama ini Tanjakan Emen dikenal berbahaya karena tanjakan dan turunannya yang ekstrem.

"Sebenarnya soal itu sudah kita bahas dengan Kepala Dishub Jawa Barat. Dan Kadishub Jabar sudah berikan rekomendasi untuk me re-linement tanjakan itu dengan tidak tajam dan lebih landai," kata Budi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu 14 Maret 2018.

Budi menuturkan, perencanaan dan pengkajian mengubah kondisi Tanjakan Emen sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Namun, di tengah perencanaan berjalan, dua kecelakaan terjadi.

"Perencanaannya sedang berjalan di tengah-tengah kita merencanakan masih terjadi," ujarnya.

Untuk sementara waktu sampai rencana mengubah Tanjakan Emen, teralisasikan, Budi memerintahkan Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk menambah rambu-rambu di Tanjakan Emen dan menempatkan personel.

"Tapi saya minta kepada dishub untuk menambah rambu-rambu dan bila perlu itu harus di jaga," ujarnya. (viv/02)