Senapan air gun jenis bullmaater merek Hatsen dan gas Co2 yang tersimpan di box hitam diduga untuk mmeberondong sebuah mobil milik Ery Cahyadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemkot Surabaya. (SP/JULIAN)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus penembakan sebuah mobil milik Ery Cahyadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemkot Surabaya, di rumahnya, perumahan Puri Kencana Karah Blok D 15 Surabaya.

Empat jam berselang, polisi bergerak cepat dengan menangkap terduga pelaku di jalan Waru. Terduga pelaku berinisial RM (30) itu ditangkap setelah polisi berhasil mengantongi nopol mobil yang dilakukan oleh terduga pelaku.

Penangkapan terduga pelaku berdasarkan informasi saksi termasuk pihak keamanan yang berjaga di perumahan tersebut. Pasalnya, setelah melakukan penembakan, RM mendatangi pos satpam untuk memberikan nomor teleponnya dan menyampaikan pesan dalam bahasa jawa. "Lek onok opo-opo aku sing tanggung jawab. Mobile (Ery Cahyadi) mari tak brondong".

Setelah memeriksa lokasi kejadian usai mendapat laporan, polisi bergerak cepat dengan menyisir jalanan kota Surabaya. Dengan mengantongi identitas, nomor telepon dan plat nomor serta jenis mobil yang digunakan RM, polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan RM di sekitar jalan A. Yani Surabaya.

"Setelah tahu ada polisi, terduga pelaku menggeber mobilnya, hingga kami amankan di jalan Waru Sidoarjo," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

Setelah dihentikan,polisi menemukan sebuah senapan air gun jenis bullmaater merek Hatsen dan gas Co2 yang tersimpan di box hitam.

Spekulasi terkait peneroran pejabat Pemkot Surabaya itu terus bermunculan. Salah satu informasi menyebut jika terduga pelaku adalah anak dari pemilik Bengkel dan Show Room mobil mewah Liek Motor di Surabaya. Selain itu, informasi yang santer, aksi peneroran itu dipicu dari tidak terimanya terduga pelaku atas penertiban bengkel dan showroom Liek Motor di wilayah Ketintang Surabaya.

Lebih lanjut, Rudi memberitahukan jika pihaknya juga telah memeriksa lebih dari tiga saksi. Terlihat salah satu diantaranya adalah Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Wijayanto.

"Kami masih memeriksa saksi-saksi, termasuk terduga pelaku dan korban serta beberapa orang untuk menguatkan motif dibalik aksi ini," singkatnya.

Sementara itu, saat ditemui wartawan usai diperiksa sebagai saksi, Irvan Wijayanto justru memghindar. Padahal ada indikasi kuat jika aksi peneroran itu karena penertiban tempat usaha Liek Motor beberapa waktu lalu.

"Ya itu serahkan ke penyidik saja, semuanya di kepolisian. Saya hanya diperiksa untuk membantu proses yang sedang dilakukan kepolisian," singkatnya.

Selain Irvan, sekitar satu jam berikutnya, Ery Cahyadi (korban) juga keluar dari gedung Anindita Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sambil berlalu, Ery menyerahkan proses hukum tersebut ke pihak berwajib.

"Ada dua puluh pertanyaan, selengkapnya silahkan ke penyidik," katanya sambil berlalu.

Meski sudah ada beberapa barang bukti dan pengakuan saksi yang didapat , polisi masih belum gegabah menetatapkan tersangka.

"Saat ini masih kami dalami. Sementara terduga pelaku kami panggil sebagai saksi," tutup Rudi.fir